Animasi Paling Disukai Anak

Review Film Animasi Terbaik Raya and The Last Dragon

Apakah kamu hobi menonton film animasi? Jika iya, kamu pasti tahu dengan film terbaru yang dirilis Disney. Berjudul Raya and The Last Dragon, film ini sangat dekat dengan Asia Tenggara lho. Yuk, simak ulasan menarik dari film ini di artikel berikut ya.

Review Film Raya and The Last Dragon

Berdurasi selama 1 jam 57 menit, film yang disutradarai oleh Carlos Lopez Estrada dan Don Hall ini boleh dibilang adalah film yang wajib ditonton. Raya and The Last Dragon sendiri mengisahkan tentang manusia dan naga yang sudah tidak bisa hidup berdampingan. Padahal di zaman dahulu kala, para naga ini mengorbankan hidup mereka untuk menyelamatkan manusia.

Ketika ancaman mengerikan menyerang, Raya pun mencari sisa peninggalan sang naga terakhir. Api dari naga ini mampu mengusir kegelapan dan menghidupkan semua orang kembali yang telah diubah menjadi batu. Akan tetapi, apakah Raya dapat berhasil? Selain reviewnya, ada beberapa fakta yang harus kamu tahu, yakni :

  • Pengisi Suara Unggulan

Meski animasi, Disney tidak tanggung dalam mendapuk pengisi suara. Tercatat, Gemma Chan mengisi suara untuk Namari, Kelly Mane Tran untuk Raya, dan Awkwafina untuk sang naga legendaris Sisu. Semua nama unggulan tersebut mampu menghidupkan karakter-karakter menjadi lebih sesuai porsinya.

  • Terinspirasi dari Mitos Asia Tenggara

Telah tayang sejak 3 Maret 2021, film ini rupanya diakui Disney terinspirasi dari Asia Tenggara lho. Maka tidak heran, kamu akan melihat banyak banget visualisasi yang sering kita jumpai sehari-hari. Sebut saja, pedang Raya yang seperti keris, kulit Raya yang berwarna coklat bak eksotisme kulit wanita Indonesia, hingga lanskap kerajaannya. Disebutkan, Raya tinggal di kerajaan dimana sekelilingnya penuh dengan hutan, sawah, dan segala hal yang seperti negara kita.

Tidak hanya itu, kostum dari berbagai kerajaan yang terpecah pun sangat Asean banget. Terutama nih, kostum prajurit di Kerajaan Raya dimana hampir mirip dengan Kerajaan Majapahit atau Sriwijaya. Rasa bangga semakin membucah ketika Virana, salah satu karakter di film ini, mendongeng dengan boneka yang mirip wayang. Meski tidak diakui secara spesifik, namun Disney yang menggunakan Asean sebagai inspirasi sudah sangat membanggakan bukan?

  • Pesan Moralnya Hampir Mirip dengan Bhineka Tunggal Ika

Meski tidak diumumkan secara resmi, namun technically Raya merupakan seorang Putri Mahkota. Namun tidak seperti seorang putri negeri dongeng yang harus dilindungi, Raya tampil bak ksatria. Bahkan, kamu akan dibuat terkejut dengan ending dari film yang mana Raya tidak menjadi ‘pemeran utama’. Lalu, apa pesan moralnya?

Dalam film ini, Raya membawa pesan bahwa perbedaan diantara kelima Suku adalah indah dan tidak salah. Semua berhak hidup berdampingan, saling percaya, dan saling mengasihi tanpa memaksakan kehendak. Ketika mereka terpecah, maka musuh mampu menyerang dan menghancurkan mereka. Untuk itu, mereka harus bersatu.

Tentunya, kamu familiar banget dengan pesan moral ini kan? Ya, pesan ini sesuai banget dengan Bhinneka Tunggal Ika. Intinya, kita semua terlahir berbeda-beda namun kita pada akhirnya adalah satu darah dan satu bangsa. Bangga banget kan sebagai warga Indonesia karena kita sudah menanamkannya seperti yang dipesankan Raya.

  • Grafis Sangat Bagus

Terakhir, film ini memiliki grafis yang sangat jempolan. Begitu kamu melihat Kumandra, kamu akan merasakan diajak ke negeri indah dalam dongeng. Apalagi, Disney meraciknya dengan soundtrack yang sesuai dan rasanya cool banget untuk film animasi.

Demikian ulasan menarik mengenai film animasi terbaru dan terbaik dari Disney berjudul Raya and The Last Dragon. Setelah membaca reviewnya, kamu semakin yakin bukan kalau Raya sepertinya berlatar Indonesia? Daripada penasaran, langsung saja tambahkan film ini di watching list kamu. Semoga ulasannya bermanfaat ya.